Selasa, 05 April 2016

Kampung Mandar Sulawesi Barat

Kampung Mandar Sulawesi Barat

Video, Tim Pawai Budaya Nusantara Sulawesi Barat 2013

Dengan Konsep SIPAMANDAQ yang berarti saling menguatkan, Sulawesi Barat tampil sebagai yang terbaik bersama 9 provinsi lainnya dalam Acara Pawai Budaya Nusantara 18 Agustus 2013 di Jakarta.
Berikut adalah video dokumentasi oleh Teluk Mandar Creatif (Muhammad Ridwan Alimuddin).
 

Kompa Dansa Mandar

http://ragamsulawesibarat.blogspot.co.id
Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar (KomPa DanSa Mandar)
 

Kampung Jawa di Polewali Mandar

http://ragamsulawesibarat.blogspot.co.id
Imigran yang baru tiba di Mapilliriver, Mandar.
Foto ini disalin dari Situs Web Tropen Museum Belanda (Pemotretan sekitar Tahun 1937)
Namanya Wonomulyo, tapi masyarakat Polman lebih senang menyebutnya sebagai Kampung Jawa. Di daerah ini, bahasa Jawa adalah bahasa keseharian masyarakatnya. Ketoprak, wayang dan Campursari juga sering dipentaskan.

Menurut sejarahnya, Wonomulyo sebelum terbentuk menjadi sebuah pemerintahan adalah wilayah yang diperintah dalam kekuasaan Distrik Mapilli dan Distrik Tapango sebagai daerah Swapraja.

Wonomulyo sebelumnya adalah hutan belukar dan kemudian dibuka untuk lahan pemukiman dan lahan pertanian. Sebelum kedatangan penduduk dari pulau Jawa melalui Kolonisasi (Transmigrasi) dipimpin oleh kepala rombongan yang bernama R.Soeparman.

Pariwisata dan Transfortasi

Pariwisata

Pada sektor pariwisata, Polewali Mandar juga memiliki potensi yang besar dibandingkan daerah lainnya di Sulawesi Barat. Di antara potensi itu adalah wisata bahari, wisata alam, wisata budaya dan kerajinan yang tersebar di beberapa kecamatan. Adapun objek wisata wisata tersebut adalah:

Wisata Bahari

Wisata bahari ini terdiri dari pulau Sappoang, Pulau Gusung Toraya di Kecamatan Binuang dan Pantai Palippis di Kecamatan Balanipa. Pulau-pulau itu semakin diperindah dengan lopi sandeq atau aktivitas nelayan Mandar yang terkenal sebagai pelaut ulung.

Lopi Sandeq

Salah satu warisan kebudayaan bahari Mandar adalah lopi sandeq. Bentuknya yang mungil menjadikan perahu ini lincah di samudera. Lopi sandeq terdiri dari anasir perahu, antara lain tambera, sobal, guling, pallayarang, palatto, tadiq, petaq dan sebagainya. Oleh nelayan, perahu ini kerap digunakan sebagai alat transportasi antar pulau, mencari ikan atau motangnga (berburu telur ikan terbang). Bahkan untuk memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan RI, setiap tahun diadakan Sandeq Race yang diikuti berbagai kalangan di Sulawesi hingga mancanegara. Tak terhitung jumlah peneliti yang tertarik dan telah melakukan riset tentang sandeq dan tradisi bahari Mandar.

Pantai Bahari

Letaknya tepat berada di Kota Polewali, Ibu kota Kabupaten Polewali Mandar. Dahulu Pelabuhan Bahari sangat ramai kapal pelayaran antar pulau untuk mengangkut hasil bumi dari Polewali Mandar, seperti kopra dan beras. Pada malam hari pantai Bahari sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik yang terutama yang berasal dari beberapa Kabupaten/Kota yang ada di sekitarnya, antara lain dari Kabupaten Majene, Kabupaten Pinrang dan Kota Parepare. Di tempat ini pengunjung disuguhi dengan wisata kuliner dengan berbagai pilihan.

Wisata Alam

Wisata alam ini terdiri dari air terjun Indo Ranoang, permandian Limbong di Kecamatan Anreapi, permandian Biru di Kecamatan Binuang dan objek tirta bendungan pengairan Sekka-Sekka di Kecamatan Mapilli yg perbatasan dengan kecamatan Luyo.

Air Terjun Indo Ranoang & Limbong

Air terjun Indo Ranoang dan permandian Limbong berada di lokasi yang sama. Indo Ranoang merupakan sumber air yang tak pernah kering bagi permandian Limbong, sekaligus hulu sungai yang sama walau berada di tempat yang berbeda.

Air Terjun Limbong Miala dan Limbong Kamandan

Permandian alam ini terletak di Desa Kurrak kecamatan Tapango. Karena didukung alamnya yang asri dan sejuk permandian alam ini sangat menarik untuk dikunjungi terutama bagi mereka yang ingin menikmati hawa pegunungan. Jarak tempuh dari kota Polewali sekitar satu setengah jam melalui Wonomulyo, Pelitakan Tapango, Riso dan Kalimbua. Jarak tempuh yang terbilang dekat dari kota Polewali karena jalan menuju permandian telah dirintis oleh Pemerintah Daerah yang dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Limbong Lebok ( Biru )

Permandian alam ini terletak di Kanang, Desa Batetangnga kecamatan Binuang. Hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit dari pusat kota Polewali yang berjarak 11 Km dari lokasi ini,permandian ini merupakan permandian yang cukup terkenal akan buah-buahannya seperti Langsat, durian, dan Rambutan.

Sekka-sekka

Objek wisata Bendungan Sekka-Sekka merupakan objek wisata yang sangat indah dengan pemandangan yang asri dan cuaca yang sejuk. Objek ini mempunyai fungsi ganda dimana selain sebagai objek wisata sekaligus difungsikan pula sebagai sarana air bersih di Kabupaten Polewali Mandar.

Burung Mandar

Objek lain yang juga menarik adalah burung Mandar yang dibanggakan oleh masyarakat Mandar. Burung ini mempunyai deskripsi sebagai berikut:
  • Bentuknya ramping, tubuh dan badannya lunak seperti Ralina Pasciata, warna bulu kecoklatan;
  • Kepala bagian atas hitam;
  • Muka samping sampai rahang bawah berwarna putih;
  • Leher bawah dan perut berwarna kelabu;
  • Di sisi tubuh dan di bawah sayap terdapat garis-garis hitam melintang tegak;
  • Sayap yang berukuran sedang dan tidak terlalu besar, menjadikan burung ini tidak termasuk spesies penerbang ulung;
  • Selaput pelangi mata kecoklatan, paruh panjang runcing dan kehitaman;
  • Kaki tegak kuat berwarna biru kecoklatan;
  • Kuku jari panjang;
  • Suaranya terdengar seperti suara orang mendengkur.
Cara Hidup:
  • Sendiri-sendiri atau berpasangan;
  • Makanannya berupa tumbuhan, serangga dan hewan air;
  • Habitatnya berkembang-biak dihutan dan rawa-rawa.

Wisata Seni Budaya

Sebagai salah satu pilar kebudayaan Mandar, kesenian mandar yang merupakan unsur kebudayaan yang biasa diselengarakan dalam kegiatan perkawinan (mappakaweng) atau khataman Al-Qur’an (mappatammaq). Kesenian itu antara lain Tari Pattuqduq, Pakkacaping (menggunakan kecapi), Parrawana (menggunakan rebana/tambur), Orkes Toriolo (kelompok kesenian atau band), Passayang-sayang (sastra lisan/berbalas syair), Kalindaqdaq (syair lisan/tertulis berisi petuah) dan Saeyang pattuqduq (kuda menari mengikuti irama).
Kesenian yang paling dinantikan adalah saeyang pattuqduq. Saeyang pattuqduq oleh masyarakat Mandar diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan khataman Al-Qur’an (mappatammaq), khitanan (massunnaq), maulid Nabi (mamunuq), perkawinan (tokaweng) atau memeriahkan acara syukuran.
Saeyang pattuqduq ditunggangi oleh gadis-gadis cantik dan diiringi dengan irama tabuhan rebana sambil berkeliling kampung. Sementara itu sekelompok orang saling berbalas pantun dalam bahasa Mandar di depan kuda menari tersebut.

Hasil Kerajinan

Pada aspek kerajinan (handyicraft) Polewali Mandar sesungguhnya sangat potensial, sehingga sangat perlu untuk dikembangkan. Di antara kerajinan yang dapat diandalkan adalah sarung sutera Mandar (lipaq saqbe), anyaman, sulaman dan cindera mata kerang-kerangan.
Sutera Mandar ditenun tanpa menggunakan mesin. Hingga sekarang kerajinan tradisional ini digalakkan dibeberapa kecamatan pesisir pantai. Sutera Mandar sangat cocok dijadikan sebagai cindera mata bagi yang mengunjungi Polewali Mandar. Selain awet sarung ini juga tidak luntur.

Makanan Khas

Salah satu kekhasan suatu daerah adalah makanan. Alam dan iklim turut membentuk terciptanya berbagai macam dan jenis makanan, sehingga di mana-mana kita sering menemukan variasi makanan dari bahan yang sama.
Khusus di Polewali Mandar, sebagaimana juga diwilayah Mandar lainnya, golla kambu, loka anjoroi atau bau peapi adalah sedikit di antara sekian jenis makanan tradisional yang masyhur dan menjadi ikon Polewali Mandar di bidang makanan.
Dari tiga jenis makanan tersebut, baru golla kambu yang dikelola dan dikembangkan, baik pada cita rasa maupun kemasan. Makanan khas ini terbuat dari gula aren yang dicampur beras ketan dan diberi parutan kelapa. Dengan rasanya yang manis, membuat makanan ini sangat enak dinikmati untuk sarapan. Dengan kekhasan itulah, golla kambu dikemas dan dijajakan di pasar-pasar atau dideretan kios golla kambu di depan Kantor Kecamatan Campalagian. Ditempat ini, kendaraan roda empat atau roda dua yang melintas biasanya singgah untuk menyempatkan membeli oleh-oleh golla kambu.
Adapun loka anjoroi (pisang yang disantan) dan bau peapi (ikan yang dimasak dengan bumbu-bumbu ala Mandar) dapat dinikmati hangat-hangat saat rekreasi atau suasana santai.

Transportasi

Darat

Jalan merupakan prasarana angkutan darat yang sangat penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Sarana jalan sangat memengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Melalui jalan, mobilitas penduduk dapat difasilitasi sehingga roda ekonomi (arus barang dan jasa) juga turut lancar.
Panjang jalan yang membelah daratan Kabupaten Polewali Mandar pada tahun 2004 sepanjang 1.266,1 km. jumlah ini mengalami peningkatan sepanjang 151,1 km dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan jumlah kendaraan bermotor di dareah ini pada tahun 2004 mencapai 13.910 unit atau meningkat sebesar 26% dibanding tahun 2003 yang hanya sebanyak 11.006 unit.
Kendaraan bermotor di Polewali Mandar terdiri dari 386 unit mobil penumpang, 525 unit mobil truk, 1.131 unit bus dan 11.868 unit motor.

Laut

Dinas Perhubungan mencatat bahwa kunjungan kapal di Kabupaten Polwali Mandar sepanjang tahun 2004 sebanyak 622 kunjungan yang semuanya merupakan pelayaran rakyat. Angka ini mengalami penurunan dibanding tahun 2003 yang mencapai 651 ton. Pada pelayaran rakyat tahun 2004, jumlah bongkar barang mencapai 13.248 ton. Jumlah ini meningkat sebesar 9.555 ton atau 258% dibanding tahun 2003 yang hanya sebesar 3.693 ton. Sementara jumlah muat barang pada tahun 2004 yang sebesar 277 mengalami penurunan sebesar 371 ton atau 57% dibandingkan tahun 2003 sebesar 648 ton.

Pariwisata DAN Transfortasi.

Pariwisata

Pada sektor pariwisata, Polewali Mandar juga memiliki potensi yang besar dibandingkan daerah lainnya di Sulawesi Barat. Di antara potensi itu adalah wisata bahari, wisata alam, wisata budaya dan kerajinan yang tersebar di beberapa kecamatan. Adapun objek wisata wisata tersebut adalah:

Wisata Bahari

Wisata bahari ini terdiri dari pulau Sappoang, Pulau Gusung Toraya di Kecamatan Binuang dan Pantai Palippis di Kecamatan Balanipa. Pulau-pulau itu semakin diperindah dengan lopi sandeq atau aktivitas nelayan Mandar yang terkenal sebagai pelaut ulung.

Lopi Sandeq

Salah satu warisan kebudayaan bahari Mandar adalah lopi sandeq. Bentuknya yang mungil menjadikan perahu ini lincah di samudera. Lopi sandeq terdiri dari anasir perahu, antara lain tambera, sobal, guling, pallayarang, palatto, tadiq, petaq dan sebagainya. Oleh nelayan, perahu ini kerap digunakan sebagai alat transportasi antar pulau, mencari ikan atau motangnga (berburu telur ikan terbang). Bahkan untuk memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan RI, setiap tahun diadakan Sandeq Race yang diikuti berbagai kalangan di Sulawesi hingga mancanegara. Tak terhitung jumlah peneliti yang tertarik dan telah melakukan riset tentang sandeq dan tradisi bahari Mandar.

Pantai Bahari

Letaknya tepat berada di Kota Polewali, Ibu kota Kabupaten Polewali Mandar. Dahulu Pelabuhan Bahari sangat ramai kapal pelayaran antar pulau untuk mengangkut hasil bumi dari Polewali Mandar, seperti kopra dan beras. Pada malam hari pantai Bahari sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik yang terutama yang berasal dari beberapa Kabupaten/Kota yang ada di sekitarnya, antara lain dari Kabupaten Majene, Kabupaten Pinrang dan Kota Parepare. Di tempat ini pengunjung disuguhi dengan wisata kuliner dengan berbagai pilihan.

Wisata Alam

Wisata alam ini terdiri dari air terjun Indo Ranoang, permandian Limbong di Kecamatan Anreapi, permandian Biru di Kecamatan Binuang dan objek tirta bendungan pengairan Sekka-Sekka di Kecamatan Mapilli yg perbatasan dengan kecamatan Luyo.

Air Terjun Indo Ranoang & Limbong

Air terjun Indo Ranoang dan permandian Limbong berada di lokasi yang sama. Indo Ranoang merupakan sumber air yang tak pernah kering bagi permandian Limbong, sekaligus hulu sungai yang sama walau berada di tempat yang berbeda.

Air Terjun Limbong Miala dan Limbong Kamandan

Permandian alam ini terletak di Desa Kurrak kecamatan Tapango. Karena didukung alamnya yang asri dan sejuk permandian alam ini sangat menarik untuk dikunjungi terutama bagi mereka yang ingin menikmati hawa pegunungan. Jarak tempuh dari kota Polewali sekitar satu setengah jam melalui Wonomulyo, Pelitakan Tapango, Riso dan Kalimbua. Jarak tempuh yang terbilang dekat dari kota Polewali karena jalan menuju permandian telah dirintis oleh Pemerintah Daerah yang dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Limbong Lebok ( Biru )

Permandian alam ini terletak di Kanang, Desa Batetangnga kecamatan Binuang. Hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit dari pusat kota Polewali yang berjarak 11 Km dari lokasi ini,permandian ini merupakan permandian yang cukup terkenal akan buah-buahannya seperti Langsat, durian, dan Rambutan.

Sekka-sekka

Objek wisata Bendungan Sekka-Sekka merupakan objek wisata yang sangat indah dengan pemandangan yang asri dan cuaca yang sejuk. Objek ini mempunyai fungsi ganda dimana selain sebagai objek wisata sekaligus difungsikan pula sebagai sarana air bersih di Kabupaten Polewali Mandar.

Burung Mandar

Objek lain yang juga menarik adalah burung Mandar yang dibanggakan oleh masyarakat Mandar. Burung ini mempunyai deskripsi sebagai berikut:
  • Bentuknya ramping, tubuh dan badannya lunak seperti Ralina Pasciata, warna bulu kecoklatan;
  • Kepala bagian atas hitam;
  • Muka samping sampai rahang bawah berwarna putih;
  • Leher bawah dan perut berwarna kelabu;
  • Di sisi tubuh dan di bawah sayap terdapat garis-garis hitam melintang tegak;
  • Sayap yang berukuran sedang dan tidak terlalu besar, menjadikan burung ini tidak termasuk spesies penerbang ulung;
  • Selaput pelangi mata kecoklatan, paruh panjang runcing dan kehitaman;
  • Kaki tegak kuat berwarna biru kecoklatan;
  • Kuku jari panjang;
  • Suaranya terdengar seperti suara orang mendengkur.
Cara Hidup:
  • Sendiri-sendiri atau berpasangan;
  • Makanannya berupa tumbuhan, serangga dan hewan air;
  • Habitatnya berkembang-biak dihutan dan rawa-rawa.

Wisata Seni Budaya

Sebagai salah satu pilar kebudayaan Mandar, kesenian mandar yang merupakan unsur kebudayaan yang biasa diselengarakan dalam kegiatan perkawinan (mappakaweng) atau khataman Al-Qur’an (mappatammaq). Kesenian itu antara lain Tari Pattuqduq, Pakkacaping (menggunakan kecapi), Parrawana (menggunakan rebana/tambur), Orkes Toriolo (kelompok kesenian atau band), Passayang-sayang (sastra lisan/berbalas syair), Kalindaqdaq (syair lisan/tertulis berisi petuah) dan Saeyang pattuqduq (kuda menari mengikuti irama).
Kesenian yang paling dinantikan adalah saeyang pattuqduq. Saeyang pattuqduq oleh masyarakat Mandar diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan khataman Al-Qur’an (mappatammaq), khitanan (massunnaq), maulid Nabi (mamunuq), perkawinan (tokaweng) atau memeriahkan acara syukuran.
Saeyang pattuqduq ditunggangi oleh gadis-gadis cantik dan diiringi dengan irama tabuhan rebana sambil berkeliling kampung. Sementara itu sekelompok orang saling berbalas pantun dalam bahasa Mandar di depan kuda menari tersebut.

Hasil Kerajinan

Pada aspek kerajinan (handyicraft) Polewali Mandar sesungguhnya sangat potensial, sehingga sangat perlu untuk dikembangkan. Di antara kerajinan yang dapat diandalkan adalah sarung sutera Mandar (lipaq saqbe), anyaman, sulaman dan cindera mata kerang-kerangan.
Sutera Mandar ditenun tanpa menggunakan mesin. Hingga sekarang kerajinan tradisional ini digalakkan dibeberapa kecamatan pesisir pantai. Sutera Mandar sangat cocok dijadikan sebagai cindera mata bagi yang mengunjungi Polewali Mandar. Selain awet sarung ini juga tidak luntur.

Makanan Khas

Salah satu kekhasan suatu daerah adalah makanan. Alam dan iklim turut membentuk terciptanya berbagai macam dan jenis makanan, sehingga di mana-mana kita sering menemukan variasi makanan dari bahan yang sama.
Khusus di Polewali Mandar, sebagaimana juga diwilayah Mandar lainnya, golla kambu, loka anjoroi atau bau peapi adalah sedikit di antara sekian jenis makanan tradisional yang masyhur dan menjadi ikon Polewali Mandar di bidang makanan.
Dari tiga jenis makanan tersebut, baru golla kambu yang dikelola dan dikembangkan, baik pada cita rasa maupun kemasan. Makanan khas ini terbuat dari gula aren yang dicampur beras ketan dan diberi parutan kelapa. Dengan rasanya yang manis, membuat makanan ini sangat enak dinikmati untuk sarapan. Dengan kekhasan itulah, golla kambu dikemas dan dijajakan di pasar-pasar atau dideretan kios golla kambu di depan Kantor Kecamatan Campalagian. Ditempat ini, kendaraan roda empat atau roda dua yang melintas biasanya singgah untuk menyempatkan membeli oleh-oleh golla kambu.
Adapun loka anjoroi (pisang yang disantan) dan bau peapi (ikan yang dimasak dengan bumbu-bumbu ala Mandar) dapat dinikmati hangat-hangat saat rekreasi atau suasana santai.

Transportasi

Darat

Jalan merupakan prasarana angkutan darat yang sangat penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Sarana jalan sangat memengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Melalui jalan, mobilitas penduduk dapat difasilitasi sehingga roda ekonomi (arus barang dan jasa) juga turut lancar.
Panjang jalan yang membelah daratan Kabupaten Polewali Mandar pada tahun 2004 sepanjang 1.266,1 km. jumlah ini mengalami peningkatan sepanjang 151,1 km dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan jumlah kendaraan bermotor di dareah ini pada tahun 2004 mencapai 13.910 unit atau meningkat sebesar 26% dibanding tahun 2003 yang hanya sebanyak 11.006 unit.
Kendaraan bermotor di Polewali Mandar terdiri dari 386 unit mobil penumpang, 525 unit mobil truk, 1.131 unit bus dan 11.868 unit motor.

Laut

Dinas Perhubungan mencatat bahwa kunjungan kapal di Kabupaten Polwali Mandar sepanjang tahun 2004 sebanyak 622 kunjungan yang semuanya merupakan pelayaran rakyat. Angka ini mengalami penurunan dibanding tahun 2003 yang mencapai 651 ton. Pada pelayaran rakyat tahun 2004, jumlah bongkar barang mencapai 13.248 ton. Jumlah ini meningkat sebesar 9.555 ton atau 258% dibanding tahun 2003 yang hanya sebesar 3.693 ton. Sementara jumlah muat barang pada tahun 2004 yang sebesar 277 mengalami penurunan sebesar 371 ton atau 57% dibandingkan tahun 2003 sebesar 648 ton.

WISATA POLEWALI MANDAR

WISATA POLEWALI MANDAR
== Pariwisata ==
Pada sektor pariwisata, Polewali Mandar juga memiliki potensi yang besar dibandingkan daerah lainnya di Sulawesi Barat. Di antara potensi itu adalah wisata bahari, wisata alam, wisata budaya dan kerajinan yang tersebar di beberapa kecamatan. Adapun objek wisata wisata tersebut adalah:

=== Wisata Bahari ===

Wisata bahari ini terdiri dari pulau Sappoang, Pulau Gusung Toraya di Kecamatan Binuang dan Pantai Palippis di Kecamatan Balanipa. Pulau-pulau itu semakin diperindah dengan lopi sandeq atau aktivitas nelayan Mandar yang terkenal sebagai pelaut ulung.

==== Lopi Sandeq ====
Salah satu warisan kebudayaan bahari Mandar adalah lopi sandeq. Bentuknya yang mungil menjadikan perahu ini lincah di samudera. Lopi sandeq terdiri dari anasir perahu, antara lain tambera, sobal, guling, pallayarang, palatto, tadiq, petaq dan sebagainya. Oleh nelayan, perahu ini kerap digunakan sebagai alat transportasi antar pulau, mencari ikan atau motangnga (berburu telur ikan terbang). Bahkan untuk memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan RI, setiap tahun diadakan ''Sandeq Race'' yang diikuti berbagai kalangan di Sulawesi hingga mancanegara. Tak terhitung jumlah peneliti yang tertarik dan telah melakukan riset tentang sandeq dan tradisi bahari Mandar.
==== Pantai Bahari ====

Letaknya tepat berada di Kota Polewali, Ibu kota Kabupaten Polewali Mandar. Dahulu Pelabuhan Bahari sangat ramai kapal pelayaran antar pulau untuk mengangkut hasil bumi dari Polewali Mandar, seperti kopra dan beras. Pada malam hari pantai Bahari sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik yang terutama yang berasal dari beberapa Kabupaten/Kota yang ada di sekitarnya, antara lain dari Kabupaten Majene, Kabupaten Pinrang dan Kota Parepare. Di tempat ini pengunjung disuguhi dengan wisata kuliner dengan berbagai pilihan.

Jumat, 25 Maret 2016

PAKAIAN ADAT SULAWESI BARAT


PAKAIAN ADAT SULAWESI BARAT

Provinsi Sulawesi Barat memiliki keragaman tata busana atau baju tradisionalnya. Hal tersebut dapat dilihat dari tari tradisional Sulawesi Barat yang memiliki keragaman dalam busananya.
Misalnya, pada tari Bamba Manurung yang merupakan tarian adat Tradisional yang biasa dipertunjukkan pada saat acara pesta Adat Mamuju di hadapan para penghulu adat dan tokoh masyarakat Mamuju. Busana yang dipakai pada tari tersebut bernama baju Badu. Adapun perlengkapan atau aksesoris yang menghias pada baju ini ialah bunga beru-beru atau bunga melati dan kipas.
Ada lagi tari Bulu Londong yang merupakan tarian tradisional yang dilakukan sebagai pengucapan syukur dalam acara Rambutuka. Tarian ini menggunakan baju adat mamasa. Baju adat mamasa terbuat dari bulu burung. Adapun aksesoris yang melengkapi baju adat ini ialah kepala manusia, sengo, terompet alam bambu, tombak atau pedang.
Tarian yang lainnya ialah tari Ma’bundu yang merupakan tarian perang tradisional kreasi baru yang dipadukan dengan beberapa tarian Tradisional Kecamatan Kalumpang dan kecamatan Bonehau  Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Busana yang dipakai pada tari ini ialah pakaian kebesaran BEI. Baju kebesaran BEI dihiasi dengan ukir-ukiran yang  terbuat dari kerang kecil. Pakaian kebesaran BEI dihiasi dengan topi bertanduk dan berpalo-palo. Aksesori pada bagian tangan berupa potto ballusu (gelang-gelang ditangan). Para penari menggunakan tombak, gendang.
Selain baju adat yang biasa dikenakan dalam pertunjukan tari, Sulawesi Barat terkenal dengan tenu ikat tradisional sekomandi yang berasal dari Kalumpangan. Tenun ikat tradisional merupakan produk budaya yang telah berusia ratusan tahun dan terus dipelihara oleh masyarkat adatnya. Tenun Tradisional Sekomandi Kalumpang, terbuat dari kulit kayu dengan pewarna alami. Pewarna tersebut diambil dari salah satunya cabai. Untuk memberi warna, mula-mula kulit kayu ditumbuk kemudian diolah untuk  pintal.  Untuk membuat zat pewarna alami dari cabai, cabai di racik dan kemudian di campurkan dengan corak warna lainnya yang diinginkan. Biasanya tenun ini didominasi dengan warna  hitam, coklat, merah, dan krem.  Warna dasar adalah hitam.

Keunikan kain tenun ini terdapat di pola, warna, dan struktur kain. Semuanya dikerjakan dengan tangan dan di tenun dengan alat tradisional. Dibutuhkan waktu berminggu-minggu hingga hitungan bulan untuk memperoleh tenunan kualitas terbaik yang harganya bisa mencapai sepuluh juta rupiah.
Tenun tradisional sekomandi telah dikenal di mancanegara.karena dipasarkan melalui Bali oleh para pembuat kain dari Kalumpang. Banyak juga turis yang langsung membeli dipusat pembuatannya. Tenun ini dapat digunakan untuk untuk pakaian, selendang, taplak, dan banyak lagi.
Pemerintah kabupaten Mamuju secara aktif telah melakukan upaya pelestarian. Pelestarian tersebut berupa pemeliharaan, pendokumentasian, dan mempublikasikan warisan budaya, agar asset parawisata tradisional tetap terjaga.

PESONA WISATA PROPINSI SULAWESI BARAT

PESONA WISATA PROPINSI SULAWESI BARAT

LOGO PROV.SUL-BAR
LOGO PROV.SUL-BAR

Sulawesi Barat, adalah  propinsi pemekaran  Sulawesi Selatan, berdasarkan  UU No 26 Thn 2004,  dengan ibukota  Mamuju, wilayahnya meliputi, 5 kabupaten yaitu, kabupaten Mamuju, kabupaten Majene, kabupaten Polewali Mandar, kabupaten Mamasa dan kabupaten Mamuju Utara, letak geografisnya berada pada posisi  silang  antara Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah, dan berhadapan langsung dengan Selat Makassar  sebagai jalur  pelayaran  Nasional dan International.  Kondisi Topografinya terdiri atas laut, dataran rendah serta dataran tinggi dengan  tingkat kesuburan yang tinggi  beriklim tropis .
Masyarakat Pesisir Sulawesi Barat terkenal sebagai pelaut ulung dengan perahu sandeq mereka menjelajah ke seluruh wilayah  nusantara  hingga ke  Malaysia dan Australia sedangkan masyarakat yang berdiam di kawasan pegunungan memiliki kemiripan budaya dengan etnis Toraja seperti pada bentuk rumah, bahasa, pakaian serta upacara adat.
Sulawesi Barat memiliki daya tarik wisata alam yang fantastic dengan keasrian  panorama pegunungan yang masih asli, keunikan budaya masyarakat  serta  sajian beragam jenis wisata minat khusus  yang tersebar diberbagai wilayah pantai dan pegunungan yang memerlukan keahlian tersendiri untuk menaklukannya.
Beberapa destinasi wisata  yang ada di Sulawesi Barat AIR TERJUN TAMASAPI MAMUJUhttp://ragamsulawesibarat.blogspot.co.id/
AIR TERJUN TAMASAPI MAMUJU
ALAT TENUN IKAT TRADISIONAL SEKOMANDI
ALAT TENUN IKAT TRADISIONAL SEKOMANDI

BAJU PRIMITIF (BABU)
BAJU PRIMITIF (BABU) BENDA-BENDA TRADISIONAL MANDAR
BENDA-BENDA TRADISIONAL MANDAR


CENRAMATA
CENRAMATA

GUA LIDA PULAU KARAMPUANG
GUA LIDA PULAU KARAMPUANG
INDUSTRI KAIN TENUN MAMASA
INDUSTRI KAIN TENUN MAMASA
KAIN SUTRA MANDAR
KAIN SUTRA MANDAR

KAIN TENUN IKAT TRADISIONAL SEKOMANDI
KAIN TENUN IKAT TRADISIONAL SEKOMANDI
KALUMPANG MAMUJU
KALUMPANG MAMUJU

KERAJINAN TRADISIONAL
KERAJINAN TRADISIONAL

KOMPLEX RUMAH ADAT MAMUJU
KOMPLEX RUMAH ADAT MAMUJU KUBURAN GUA BATU DI KALUMPANG
KUBURAN GUA BATU DI KALUMPANG

LESUNG BATU DI KALUMPANG
LESUNG BATU DI KALUMPANG



LOMBA DAYUNG PERAHU TRADISIONAL KULUBELANG
LOMBA DAYUNG PERAHU TRADISIONAL KULUBELANG

MINIATUR RUMAH ADAT MAMASA
MINIATUR RUMAH ADAT MAMASA
MUMMI 1
MUMMI
MUMMI

OBYEK WISATA ALAM POLMAN
OBYEK WISATA ALAM POLMAN
OBYEK WISATA BAHARI (BAGANG)
OBYEK WISATA BAHARI (BAGANG)
OBYEK WISATA TAMBAK MAMUJU
OBYEK WISATA TAMBAK MAMUJU

PASSAYANG SAYANG
PASSAYANG SAYANG PATUNG2 KAYU
PATUNG2 KAYU PENENUN TRADISIONAL SUTRA MANDAR
Penenun Tradisional Sutra mandar

Kabupaten Mamuju

BENDI ( DOKAR ) HIAS
BENDI ( DOKAR ) HIAS

BUSANA ADAT KALUMPANG MAMUJU
BUSANA ADAT KALUMPANG MAMUJU

  • Pulau Karampuang
Obyek daya tarik wisata bahari  yang telah memiliki sarana pariwisata, berpasir putih, disekitar pulau ini terdapat terumbu karang yang masih alami.
  • Pantai Toangsang
Pantai dengan pesona hamparan pasir putih dan sangat menarik melepas sunset di senja hari.
  • Gunung Paken
Merupakan gugusan kepulauan  dengan pemandangan lautnya  yang  menawan sangat cocok untuk ditempati  berekreasi keluarga.
  • Air terjun Tamasapi
Dilokasi  air terjun  yang memiliki ketinggian  sekitar 70 m, di tempat ini wisatawan dapat menikmati  udara segar  pegunungan  dengan air  yang jernih dan alami.
  • Pureh
Obyek  wisata keagamaan  berupa bangunan  bersejarah ini berpungsi  sebagai tempat  peribadatan  pemeluk agama Hindu.
  • Monumen Ahmad Kirang
Dibangun untuk mengenang jasa seorang putra Manakarra  yang gugur  dalam  peristiwa pembajakan  Pesawat Garuda  Indonesia Airways di Kolombo.
  • Banoa Sibatang
Rumah tradisional khas Kalumpang  yang memiliki kontruksi  dan  bentuk spesifik  sehingga  mempunyai ciri khas tersendiri  yang cukup menarik.
  • Rumah Adat Mamuju Rumah adat ini  terdiri dari beberapa massa bangunan, yaitu : Salassa (rumah Raja) sebagai rumah induk, bandara  raja, pengawal raja, lumbung pangan, pandai besi, pandai  emas, kandang kuda dan kandang rusa.
Kabupaten Majene
Perayaan maulid PERAYAAN MAULID DI MAJENE
      • Pemandian air panas Limboro
PERMANDIAN AIR PANAS
PERMANDIAN ALAM DI POLMAN
Lokasinya berada  di atas  puncak  pegunungan Limboro  dengan udara sejuk, pemandangan alam indah  dengan  tanaman kemiri  dan kakao.
  • Sandeq
Perahu layar tercepat di dunia, perahu ini memiliki  keunikan tersendiri selain digunakan untuk menangkap ikan juga diperlombakan setiap tahunnya untuk menggiatkan wisata bahari. Perahu ini menjadi aset nasional  dan menjadi bagian  dari pengembangan  pariwisata nusantara.
—  Pantai Pasir Putih Rangas
Pantai ini menjorok ke laut tempat pembuatan perahu tradisional sandeq. Pantai ini terletak di kelurahan Totoli, + 5 km dari ibu kota kabupaten Majene.
—  Pantai Dato
Pantai dengan panorama laut yang sangat menarik, disekeliling pantai ini terdapat tebing yang dapat digunakan sebagai tempat climbing.
—  Museum Mandar
Sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah.
—  Kompleks Makam Raja dan Anggota Adat
Berada pada ketinggian + 50 meter dari permukaan laut. Para wisatawan dapat menyaksikan keindahan kota Majene dari ketinggian ini.
  • Makam Syech Abdul Mannam
Syekh Abdul Mannan  dikenal  sebagai penyiar  agama Islam pertama di Kabupaten Majene.
Kabupaten  Polewali Mandar
  • Pantai Palippis
Obyek wisata bahari dengan panorama  alam yang indah  dan menarik  sebagai hasil perpaduan  pasir putih, perbukitan , tebing dan goa alam.
  • Pulau Gusung Toraya
Pulau ini seluas 1,5 Ha, memiliki panorama pantai yang indah, hamparan pasir putih yang menawan, cocok untuk berjemur , berenang, memancing, dan rekreasi.
  • Wisata alam Kunyi.
Berupa obyek wisata  air terjun  bertingkat tiga  setinggi 30 m  dengan airnya yang  jernih , bersih dan sejuk , dikelilingi  pepohonan langsat , durian, rambutan dan kopi sebagai lokasi wisata argo.
  • Wisata Agro Kanang
Merupakan perkebunan rakyat  berupa durian , langsat dan rambutan , seluas 400  Ha  yang di dalamnya terdapat sungai-sungai.
  • Bendungan Pengairan Sekka-Sekka
Disamping  dimanfaatkan  untuk pengairan  persawahan juga  menjadi obyek wisata tirta  yang memiliki panorama  alam indah, cocok untuk tempat pemandian , olah raga air, memancing  dan rekreasi, dikelilingi perbukitan  yang dapat dijadikan sebagai obyek wisata buru.
  • Makam  Imanyambungi (Todilaling)
Imanyambungi yang bergelar Todilaling adalah Raja pertama di Kerajaan Balanipa Mandar  pada tahun 1520 M.
  • Makam Syech Al-Ma’ruf
Syech Al-Ma’ruf adalah penyiar agama Islam pada abad ke 16 di kerajaan  Balanipa Mandar, diberi gelar Tosalama  (orang yang dikeramatkan).
Kabupaten Mamasa
PANORAMA ALAM MAMASA
PANORAMA ALAM MAMASA

AIR TERJUN SOLLOKAN MAMASA
AIR TERJUN SOLLOKAN MAMASA

  • Air Terjun Liawan
Terletak di lokasi hutan  yang ditunjang dengan tempat perkemahan. Di sini juga terdapat bangunan-bangunan  tempat bersantai  dan memasak  serta membakar ikan.
  • Air terjun Sallokan  dan Air Panas Malimbong
Terletak di gerbang  wisata Kabupaten Mamasa  dari arah selatan , objek wisata  ini juga sangat cocok untuk tujuan wisata petualang.
  • Air Terjun Sambabo
Air terjun bertingkat tiga dengan ketinggian 300 m.
  • Pemandian Air Panas Kole
Ditempat ini terdapat beberapa kolam air panas alami, air panas ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit serta  menyegarkan tubuh.
  • Gunung Mambulilling
Gunung setinggi 2.741 m dari permukaan laut   merupakan  tujuan ideal bagi  pendaki gunung  memiliki panorama pegunungan yang sangat attraktif  untuk melakukan treeking di gunung ini.
  • Panorama Mussa Ballapeu
Disepanjang  perjalanan  menuju  obyek wisata  berketinggian 1.600 m ini, wisatawan  dapat menikmati pemandangan  alam  pegunungan  yang sanagt indah, beberapa bangunan  bersejarah, serta  perkampungan rumah adat tradisional Mamasa.
  • Sesena Padang
Merupakan  tempat ideal  untuk wisata jalan kaki, sambil mengunjungi  sejumlah  perkampungan tradisional.
  • Sarana Akomodasi  Hotel dan Restoran  Mamuju
§  Mamuju Beach Hotel
Jl. K.S Tubun No 54
Tlp. (0426) 22244-45.
§  Marannu  Hotel
Jl. Yos Sudarso No  56
Tlp. ( 0426) 21136
§  Wisma Kencana
Jl. Ahmad Kirang  No 26
Tlp. (0426) 21650
§  Wisma Manakarra
Jl. Emmy Saelan  No 55
Tlp. (0426) 21225
§  Wisma Trendy
Jl. Wahab Azis no 18
(0426) 22518
§  Wisma Srikandy
Jl. Pattalunru No 4
Tlp. (0426) 21766
§  Wisma Rio
Jl. Emmy Saelan No 41
Tlp (0426) 21014
§  Wisma Fajar
Jl. Emmy Saelan No
Tlp (0426) 21084
  • Sarana Restoran di Mamuju
    • Pantai Indah
Jl. Yos Sudarso
(0426) 22066
o   Kios Manis
Jl. Yos Sudarso
(0426) 21558
o   Jawa Indah
Jl. Punggawa Malolo
Tlp (0426) 22266
o   Barokah
Jl. Wahab Azasi
(0426) 22234
o   Jawa Tengah
Jl. Pasar Sentul Mamuju
o   Puncak Ria
Jl. Kelapa
(0426) 21707
Ø  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Sulawesi Barat
Jl. Pattimura No 12 Mamuju
Tlp. (0426) 21244 Fax (0426) 21244
Ø  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju
Jl. A. Yani
Telp. (0426) 21737
Ø  Dinas  Pariwisata, Informasi dan Komunikasi Kabupaten Majene
Jl. Gatot Subroto No 45 Majene
Telp. (0422) 21132
Ø  Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Polewali Mandar
Jl. H. Andi Depu Pekkabata Polman
Telp. (0428) 22185
Ø  Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa
Jl. Patolongan Kota Mamasa
Ø  Dinas Pariwisata Kabupaten Mamuju Utara
Mamuju Utara Pasangkayu

Tari Daerah

Tari Daerah Tari Bamba Manurung, ditujukan sewaktu acara pesta Adat Mamuju yang dihadiri oleh para penghulu adat beserta para tokok adat. Pakaian tari ini disebut baju Badu, dan di hiasi oleh bunga melati beserta kipas sebagai perlengkapan tarinya.
- Tari Bulu Londong, ditujukan pada acara Rambutuka sebagai rasa syukur penduduknya.Pakaian tari ini mengenakan baju adat Mamasa yang berbahan bulu burung.  Perlengkapan tari yang dipakai adalah terompet, pedang atau tombak, sengo, kepala manusia dll.

- Tari patuddu ditujukan dalam acara untuk menyambut para tetamu dari luar maupun dalam negeri. Tarian ini merupakan tarian suku Mandar yang tinggal di Sulawesi Barat.


Tari Patuddu